Lihatlah siapa yang bicara ??

7 10 2011

Well udah lama banget gak update blog :D

siang ini saya merasa ada sesuatu yang ingin saya tulis. Pernah dengar ungkapan “Jangan lihat siapa yang bicara tapi apa yang dibicarakan”  ? saya yakin sebagian besar dari anda pernah. Menurut saya ungkapan ini tidak salah, tapi tidak selalu sepenuhnya benar. Pernah merasakan bahwa hal yang biasa jika yang berbicara adalah orang tertentu akan memiliki efek yang berbeda ? itu yang ingin saya tulis siang ini :D

 

Hari ini adalah hari Jum’at, seperti biasa saya melaksanakan ibadah Jum’at di masjid terdekat. Kebetulah khotib siang itu adalah guru ngaji saya :D beliau termasuk orang yang sangat berjasa dan berpengaruh dalam hidup saya, nama beliau H.Ahmad Maulana. Jujur apa yang beliau sampaikan waktu khutbah adalah hal yangs eringkali sya dengar pada saat khutbah jum’at, seputar kondisi anak muda yang makin jauh dari agama. Namun efeknya jauh berbeda, hari ini saya berada di shaf ke -3 dan bisa denga jelas melihat wajah beliau saat menyampaikan khutbah. Pada saat menyampaikan anak-anak yang semakin jauh dari agama, beliau terlihat sedih…

 

saya teringat masa kecil saya, mulai dari 16 tahun yang lalu, pada saat pertama kali saya mulai mengaji, beliau adalah yang mengajarkan segala yang saya tau tentang membaca al-qur’an, huruf hijaiyah, tajwid, makhrajul huruf. istilah beliau mulai dai alif-alif-an. Beliau guru yang tegas, seringkali bicara dengan keras, semua demi kebaikan murid-muridnya. POint yang selalu beliau tekankan adalah penghotmatan kepada orang tua, karena saya bisa melihat betapa beliau menyayangi orang tuanya. Saya mengaji tidak dalam waktu yang singkat, dari umur 6 sampai 16 taun, rasanya begitu banyak yang sudah beliau ajarkan kepada saya, salah satu orang yang membentuk saya, menjadi saya yang sekarang. :D

 

kembali ke khutbah jum’at, pada saat beliau berbicara sorot matanya terlihat sedih. Pada beberapa bagian seakan-akan beliau berbicara pada saya, menasehati saya seperti pada saat saya kecil dulu. Beliau berbicara bahwa anak adalah tabungan masa depan bagi orang tua-nya. Saya merasa tertusuk dengan kata-katanya, merasa belum ada yang bisa saya lakukan untuk orang tua saya, merasa saya semakin jauh dari jalan yang pernah beliau ajarkan :( kembali saya merasa beliau sedang menasihati saya…saya ingin kembali ke jalan itu :)

 

kembali membangun pagar yang rapuh, mendirikan dinding yang setengah tegak :rose:


Actions

Information

2 responses

7 10 2011
eda

bahkan kadang nasihat2 itu masuk kuping kanan keluar kuping kiri, meskipun kita tau siapa yg berbicara :hammer:

#pengalamanpribadi :) )

7 10 2011
triadinug89

betul sekali tante ^^
implmentasi nasihat emang jauh dari mudah :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.