Saya menganggap bahwa menaklukan diri sendiri adalah hal tersulit yang mungkin harus kita lakukan.
Ketika teman anda marah, maka anda akan berusaha menenangkannya, ketika anda marah seberapa kuat anda menahan amarah itu ??
Ketika teman anda sedih, anda akan menghiburnya, ketika anda bersedih seberapa mampu anda menghibur diri anda sendiri ??
Ketika teman anda merasa takut maka anda akan mendampinginya, ketika anda merasa takut seberapa kuat anda mengahadapinya ??
Bukankah yang paling mengenal seseorang adalah dirinya sendiri? lalu mengapakah kita begitu sulit mengatasi hal-hal yang telah kita ketahui membuat kita marah, membuat kita sedih,membuat kita takut,khawatir dan lain sebagainya ??
Sebab sadarilah manusia mempunyai dua buah karunia yang saling bergantung, yaitu akal dan perasaan. Ketika kemarahan dan yang lain menguasai anda maka perasaan yang mengambil alih,logika terkesampingkan. Ketika kita menenangkan dan menghibur orang mungkin kita turut merasakan namun logika kita masih berada di atas sebab perasaan itu bukan milik kita. Namun mampukah anda berfikir dengan jernih saat sedang marah? mampukah anda berpikir tentang hal-hal yang menyenangkan saat anda sedang sedih?
Mungkin anda akan belajar sedikit demi sedikit mengendalikan amarah anda samapi batas tertentu. Namun sebagai seorang manusia biasa saya merasa memiliki paling tidak seorang teman yang bisa diajak bicara adalah cara pengendalian yang cepat dan efektif. Ketika sedang marah dan sedih bicaralah pada sahabat anda. Curahkan semua perasaan anda, sahabat yang baik akan menjadi tempat sampah bagi segala keluh kesah anda, menjadi tangan yang menyapu kesedihan anda, menjadi hujan yang memadamkan amrah anda. Setelah anda bicara pada sahabat anda niscaya perasaan anda akan sedikit demi sedikit mereda hingga kembali dalam kendali anda
-Ditulis dalam rangka..ah..tidak dalam rangka apa-apa-


Recent Comments